Astigmat Reguler, adalah astigmat yang memperlihatkan kekuatan pembiasan bertambah atau berkurang perlahan-lahan secara teratur dari satu meridian ke meridian berikutnya. Bayangan yang terjadi pada astigmat reguler dengan bentuk yang teratur dapat berbentuk garis, lonjong atau lingkaran.

Astigmat Ireguler adalah astigmat yang terjadi tidak mempunyai 2 meridian saling tegak lurus, astigmat ireguler dapat terjadi akibat kelengkungan kornea pada meridian yang sama berbeda sehingga bayangan menjadi ireguler. Astigmat ireguler terjadi akibat infeksi kornea, trauma dan distrofi, atau akibat kelainan pembiasan.Pada astigmat ireguler pemeriksaan plasidoskopi terdapat gambaran yang ireguler.

Astigmat tidak lazim (astigmat “againts the rule”) adalah suatu keadaan kelainan refraksi astigmat reguler dimana koreksi dengan cylinder negatif dilakukan dengan sumbu tegak lurus (60-120 derajat) atau dengan cylinder positif sumbu horisontal (30-150 derajat) daripada kelengkungan kornea, pada meridian horisontal lebih kuat dibanding meridian vertikal.

Astigmat lazim ( astigmat “with the rule”) adalah suatu keadaan kelainan refraksi astigmat reguler dimana koreksi dengan cylinder negatif dengan sumbu horisontal (30-150 derajat). Astigmat with the rule adalah bentuk astigmat yang umum dan terbesar didapati pada kelainan astigmat keseluruhan. Astigmat Oblik (Oblique Astigmatism) , umumnya tejadi pada range sumbu 30-60 derajat atau 120-150 derajat.

  • Seseorang dengan astigmat akan memberikan keluhan sebagai berikut :
  • Melihat jauh kabur dan melihat dekat lebih baik, terkadang keduanya baik jauh maupun dekat kabur atau berbayang
  • Melihat benda yang bulat menjadi lonjong
  • Bentuk benda yang dilihat berubah
  • Mengecilkan celah kelopak
  • Sakit kepala
  • Mata tegang dan pegal
  • Mata dan fisik lelah
  • Astigmat tinggi (4-8DC) yang selalu melihat kabur sering mengakibatkan ambliopia
  • Melihat berbayang dengan satu atau kedua mata

Koreksi Astigmatism

  • Terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan tajam penglihatan dengan snellen chart
  • Lalu tentukan BVS dengan lensa spheris
  • Tentukan axis dan berikan koreksi cylinder sesuai axis yang didapat, bila 6/6 tercapai dan duochrome test terpenuhi maka koreksi telah didapat.
  • Pengukuran kelengkungan setiap meridian kornea dilakukan dengan keratometri, serta memperhatikan hukum javal
  • Koreksinya dapat berupa kacamata atau lensa kontak ataupun pembedahan dan LASIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Bantuan ? Chat Kami